Sejarah Awal Sepak Bola Indonesia

Sejarah Sepakbola Indonesia

Sepak bola memiliki sejarah panjang dalam peradaban hidup manusia. Termasuk dalam hal tradisi dan gaya hidup masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Indonesia yaitu salah satu negara yang masyarakatnya amat menggemari olahraga sepak bola.

Apalagi kalau lagi ada perhelatan internasional yang melibatkan Timnas Indonesia, pasti para suporter Timnas, enggak segan-segan untuk menyokong sepenuh jiwa raga. 

Sebelum masuk ke sejarah sepak bola di Indonesia, buat kamu yang masih asing dengan olahraga si kulit bundar, Karenanya kamu harus ketahui dulu sejarah asal muasal dari Sepak Bola itu sendiri.

Sejarah Sepak Bola


Sepak bola ditemukan di China pada abad ke 2 sebelum masehi. Sepak bola pertama kali dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit dan digiring dewngan menggunakan kaki.

Pada tahun 1365, Raja Inggris Edward III sempat melarang permainan sepakbola sebab dianggap terdapat banyak kekerasan selama pertandingan. Nah kelahiran sepak bola modern sendiri terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 dikala 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan undang-undang dasar dalam sepak bola modern, dan di tahun 1896 undang-undang sepak bola baru muncul dimana hanya kiper yang boleh membatasi bola dengan tangan.

Tata Sepak Bola sendiri, mengharuskan 11 orang pemain dimana formasinya ditetapkan oleh masing – masing dalam 1 tim melainkan biasanya formasinya terdiri dari: seorang penjaga gawang, 2 – 4 orang pemain bertahan, 2 – 4 orang pemain tengah dan 1 – 3 orang pemain penyerang.

Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Sepak bola indonesia diawali sejak tahun 1914 dikala Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Kompetisi antar kota di jawa hal yang demikian hanya di juarai oleh dua tim atau di dominasi dua tim saja, yaitu Batavia City, Soerabaja City.

Sejarah Sepak Bola Modern di Indonesia diawali dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan ketuanya Soeratin Sosrosoegondo.

Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun berhubungan dengan kesibukan politik membantah penjajahan.

Jika meneliti dan menganalisa dikala- dikala sebelum, selama dan setelah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, terang sekali bahwa PSSI lahir.

Karena dibidani politisi bangsa yang baik secara segera ataupun tak, membantah penjajahan dengan taktik menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

Sesudah wafatnya Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tak terlalu memuaskan sebab pembinaan tim nasional tak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi.

Pada era sebelum tahun 1970-an, sebagian pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.

Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif memaksimalkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kategori usia tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).

Sayangnya sejarah panjang sepakbola Indonesia belum dapat merubah prestasi sepak bola Indonesia di arena internasional. Butuh manajemen bola yang bertekad untuk merubah Sepak Bola Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Penutup

Nah itulah Sejarah Sepak Bola Indonesia yang muncul di tahun 1914 di mana para Belanda memperkenalkan Sepak bola ke Indonesia. 

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *