Sejarah Bola Basket di Indonesia

Sejarah Bola Basket di Indonesia

Sejarah Bola Basket di Indonesia – Basket adalah salah satu olahraga paling populer di dunia selain sepak bola dan bulu tangkis. Bola Basket juga jadi salah satu olahraga yang telah banyak diminati oleh buah hati-buah hati di Indonesia, dari kegiatan eskul sampai hobby berolahraga yang satu ini.

Nah mungkin kalian menyukai bertanya-tanya mengenai sejarah Bola basket bukan? nah berikut ini aku akan berikan berita menarik mengenai Sejarah Bola Basket di Indonesia.

Sejarah Bola Basket di Indonesia


Sebelum berbicara mengenai Sejarah Bola Basket di Indonesia maka kau mesti ketahui terlebih dahulu sejarah permulaan mula bola basket tercipta.

Sejarah bola basket dunia bermula pada suatu musim semi di tahun 1891. Saat itu, DR. James A. Naismith sedang mendidik senam di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat, tepatnya di Springfield College. Para pemuda di kelas hal yang demikian sangat jenuh dengan baris-berbaris dan senam.

Alhasil Naismith mencoba suatu permainan outdoor seperti sepak bola di dalam gymnasium YMCA. Melainkan tidak satu bahkan permainan semacam itu dapat dimainkan di dalam ruangan yang sempit.

Menyadari hal itu, ia berupaya menggabungkan sebagian keterampilan yang terdapat dalam sepak bola, rugby, lacrosse (semacam rugby), tetapi yang dapat dimainkan dalam ruangan.

Pengalaman ini memberi Naismith ide untuk menghasilkan permainan yang pemainnya mesti menyentuhkan bola pada satu target. Dan targetnya adalah sebuah kotak. Melainkan karena YMCA tidak mempunyainya pada saat itu, maka ia menempatkan sepasang keranjang buah yang diambilnya dari basement (lantai bawah tanah).

Ia memaku satu keranjang di pinggir balkon di bagian akhir sisi ruangan dan yang satu lagi di sisi sebelahnya berhadapan. Tinggi kedua keranjang itu 10 feet (sekitar 3 meter) dari lantai seperti ukuran yang kita ketahui kini.

Hingga saat itulah permainan bola Basket mulai dikenal, lalu pada tahun 1932 terbentuklah suatu induk organisasi basket yang khusus mengurusi basket. Organisasi hal yang demikian adalah FIBA, singkatan dari: “Federation Internationale de Basketball Amateur.”

Sementara itu, kepopuleran basket di tanah air rupanya tidak lepas dari sumbangsih perantau-perantau dari China, yang mulai masuk ke Indonesia.

Momen itu bermula pada tahun 1920-an, di mana saat itu para perantau dari Negeri Tirai Bambu membawa permainan basket yang telah dua dasawarsa dioptimalkan di sana.

Ya, China adalah salah satu target pengembangan olahraga basket oleh YMCA University, di mana saat itu orang yang diutus adalah Bob Baily pada 1894.

Para perantau dari China itu alhasil memastikan untuk membentu komunitas sendiri termasuk sekolah Tionghoa.

Alhasil, basket kencang berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa, di mana menjadi salah satu olahraga mesti yang mesti dimainkan oleh setiap siswa.

Pada era 193-an, perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Yogyakarta, menjadi pusat berdirinya perkeumpulan basket saat itu.

Di Semarang semisal, telah muncul sebagian perkumpulan bola basket seperti Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (Teman).

Olahraga bola basket mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia usai Proklamasi Kemerdekaan, terlebih di kota yang menjadi basis pengorbanan seperti Solo dan Yogyakarta.

Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional.

Peserta PON I masih terbatas pada putra terkuat dari masing-masing ‘Karesidenan’, dan juga perkumpulan-perkumpulan dengan pemain pribumi seperti PORI Solo, PORI Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan. Melainkan mesti diakui bahwa untuk teknik permainan, kemampuan regu-regu Karesidenan yang terdiri dari para pemain Tionghoa jauh lebih tinggi ketimbang pemain pribumi.

Pada tahun 1951 saat pergelaran PON II, basket telah dimainkan untuk putra dan putri. Tim yang dikirim tidak lagi mewakili Karesidenan tetapi telah mewakili Provinsi. Tim-regu dari Jatim, DKI Jakarta, Jabar, dan Sumatra Utara adalah kekuatan-kekuatan terkemuka di panggung PON.

Pada tahun 1951, Maladi -salah satu tokoh olahraga nasional- minta Tony Wen dan Wim Latumeten untuk menyusun organisasi basket di Indonesia. Jabatan Maladi waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia”. Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Nama itu adalah “Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia” disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama adalah Tony Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Penutup

Nah itulah sejarah awal terbentuknya dari Olahraga Bola Basket.

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *